
Seorang profesor diundang utnuk berbicara disebuh basis militer. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin bisa dilupakanya. Prajurit itu bernama Harry.
Harry yang dikirim untuk menjemput sang profesor di Bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper. Ketika berjalan keluar, Harry seling menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh, Kemudian mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukan arah yang benar. Setiap kali melakukan hal itu semua, ia kembali ke sisi profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
Dari mana anda belajar melakukan hal seperti itu ? tanya sang profesor.
“Oh”, kata Harry, “selama perang saya kira.” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya ketika perang. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas karena ledakan rajau di depan matanya.
Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah, katanya. Saya tak pernah tau apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir,
sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakan kaki.
Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.
Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas,”.
Sebuah motivasi dari majalah IT Rulli
June 4th, 2008 at 2:32 am
“sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakan kaki.”
Mungkin senada dengan ‘mulai dari diri sendiri, mulai dari yg hal terkecil dan mulai saat ini juga’. Semoga hidup kita berkualitas bro!